Sementara dari sisi keamanan, letak Natuna juga sangat strategis. Sebab bagian utara Natuna, langsung berbatasan dengan Vietnam dan Kamboja. Namun di sisi lain, dengan posisi dikelilingi laut luas, Natuna juga menjadi terpencil, serta minim fasilitas sosial dan fasilitas umum.
Tidak heran, saat menyusun disertasi, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Marsetio, memberi perhatian khusus pada Natuna. Marsetio melihat bahwa pembangunan di Natuna harus terintegrasi dengan baik. Dia pun menuangkan semua gagasan dan pikirannya dalam disertasi berjudul "Konstruksi Marginalitas Daerah Perbatasan; Studi Kasus Kepulauan Natuna.
Dengan disertasi tersebut, Sabtu kemarin (3/3), secara resmi, Masetio pun meraih gelar doktor dalam Ilmu Kajian budaya dan Media dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sementara disertasinnya sendiri mendapat nilai Cum Laude.
Untuk diketahui, pria kelahiran 3 Desember 1956 ini sudah mendapat beberapa penugasan sejak dilantik sebagai Perwira TNI AL dengan pangkat Letnan Dua. Selama 18 tahun berkarir, ia sudah berulangkali mengomandoi berbagai jenis kapal perang baik di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) maupun Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar).
Marsetio pernah ditugaskan sebagai Perwira Navigasi pada tahun 1981-1984 di KRI Fatahillah; Perwira Komunikasi KRI Nala pada tahun 1984; Palaksa KRI Layang pada tahun 1982; Kadiv PIT KRI Slamet Riyadi pada tahun 1986; Kadiv Artileri KRI Slamet Riyadi pada tahun 1989-1990; Kepala Departemen Operasi KRI Nala pada tahun 1991; Tim Minlog kapal eks Jertim pada tahun 1992; Palaksa KRI Karel Satsuit Tubun pada tahun 1995.
Pada tahun 19925, Marsetio menjadi Komandan KRI Sultan Thaha Syaifuddin, dan pada tahun 1998 menjadi Komandan KRI Nala. Tahun 1999, menjadi Komandan KRI Akhmad Yani dan pada tahun 2001 menjadi Kepala Departemen Kajian Strategis Seskoal. Dan masih banyak lagi jenjang penugasan yang dijalaninya. satu hal yang penting, Marsetio lulus tahun 1981 dari AAL dengan predikat Adhimakayasa.
Sementara itu, tanda jasa yang digenggam Marsetio adalah Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana Adhy Makayasa, Satya Lencana GOM VII, Satya Lencana Seroja, dan Satya Lencana Seroja I; dan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, dan XXIV.
[ysa]
BERITA TERKAIT: