Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saifuddin dalam jumpa pers di ruang wartawan di gedung Nusantara III, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Jumat, (2/3).
Celakanya, kebijakan subsidi BBM yang selama ini dijalankan pemerintah tidak tepat sasaran.
"Yang semestinya menerima (subsidi), nggak menerima. Yang nggak menerima, malah menerima. Selama ini yang menikmati banyak dari yang menengah atau golongan atas. Semestinya rakyat bawah kan?" ungkap Wakil Ketua MPR ini.
Soal pemerintah yang mengimpor BBM, Lukman menyebutnya itu bukan kelaziman. "Ini bukan pilihan. Dan ini tidak lazim lagi," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: