Persoalan Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Bukan Masalah Perempuan Semata

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 02 Maret 2012, 12:58 WIB
Persoalan Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu Bukan Masalah Perempuan Semata
ilustrasi/ist
RMOL. Persoalan keterwakilan perempuan dalam Pemilu sebesar 30 persen, bukan masalah perempuan semata.

"Ini bicara perpektif Indoensia. Bukan perspektif perempuan," kata  Direktur Eksekutif Pusat Pemberdayaan Perempuan dalam Politik, Titi Sumbung, saat berbicara dalam diskusi denga tema "30 Persebn Perempuan di Nomor Urut 1 Sebuah Kemestian" di aula DPD RI (Jumat, 2/3).

Di Indonesia, lanjut Titi, separuh penduduknya adalah perempuan. Namun dilihat dari index pembangunan manusia (IPM), ranking perempuan menempati posisi yang sangat rendah.

"Dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, perempuan masih tertinggal. Dengan keterwakilan 30 persem, agar ketertinggalan ini bisa diangkat kita," tegas Titi.

Namun, masih kata Titin, pemilih perempuan tidak mesti memilih caleg perempuan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA