Ketua Umum Peradaban Indonesia (Perindo) Muslim Hafidz mengatakan, setidaknya ada empat hal yang bisa disorot dari hasil survei LSI tersebut.
"Pertama, Partai Nasdem dengan berbagai media yang dimilikinya ternyata tidak mampu mengangkat keterpilihannya sebagai partai masyarakat. Padahal selama ini,
Metro TV misalnya, sangat gencar memberitakan kenegatifan pemerintah dan bahkan partai Demokrat," kata dia kepada
Rakyat Merdeka Online (Senin, 20/2).
Kedua, sambungnya, Partai Golkar dan PKS, ternyata tidak mampu mendapatkan simpatik masyarakat dengan mengambil keuntungan dari prahara Partai Demokrat ternyata tidak mampu.
"Nyatanya rakyat masih berharap pada SBY dan Demokrat," kata dia.
Ketiga, survei LSI itu juga menunjukkan iklan media yang gencar memberitakan kenegatifan SBY dan Demokrat tidak mempengaruhi harapan masyarakat terhadap pemerintah. Keempat, suara dari Demokrat cenderung tidak lari ke partai-partai lain, ini menunjukan loyalitas suara demokrat tetap menunggu keberhasilan pemerintah pada akhir periode tahun 2014.
"Oleh sebab itu, mengajak para pengamat politik dan media yang cenderung "miring" harus lebih obyektif dalam merespon harapan masyarakat. Kepentingan masyarakat didahulukan dibandingkan partai," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: