Ketegasan SBY Kunci Perbaiki Ketidakpercayaan Masyarakat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 19 Februari 2012, 18:43 WIB
Ketegasan SBY Kunci Perbaiki Ketidakpercayaan Masyarakat
sby/ist
RMOL. Turunnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam penegakan hukum dipicu oleh ketidaktegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Makanya SBY harus tegas," ujar pakar hukum tata negara, Margarito Kamis di sela-sela diskusi bertajuk "Independensi KPU dan Demokrasi Subtansial di Indonesia" yang diselenggarakan oleh PB PMII di kantor Sekretariat PMII Jalan Salemba Tengah, Jakarta (Minggu, 19/2).

Survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan hanya 2,3 persen rakyat menganggap penegakan hukum sudah dilakukan dengan sangat baik. Sementara, 25,2 persen menganggap penegakkan hukum sudah baik, 27,5 persen sedang saja, dan 7,7 persen sangat buruk.

Margarito sendiri merasakan betul sikap SBY yang sering disampaikan ke publik bahwa akan berada di garda terdepan dalam memberantas korupsi, namun belum terlihat faktanya.

Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kepada SBY, sarab margarito, maka SBY harus berani dan tegas serta membuat program-program penegakan hukum untuk kepentingan masyarakat luas. Bukan pada untuk kepentingan partai Demokrat yang menaunginya.

"Saya heran, Nazaruddin belum tersangka sudah dipecat. Tapi Angelina tidak demikian," Margarito mempertanyakan. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA