"Sebutkan saja siapa orangnya?" kata dia di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta (Jum'at, 17/2).
Umar harus memperjelas dan membuktikan tuduhannya itu. Apa sebenarnya bentuk sumbangan tersebut? Kalau sumbangannya uang, berapa jumlahnya? Kalau tidak bisa menjelaskan hal itu, Nasir yakin apa yang diampaikan Umar yang pernah menjadi tim sukses pemenangan Anas Urbaningrum dalam kongres Partai Demokrat hanya kebohongan.
"Harus dijelaskan. Jangan kalau sudah terdesak lalu bawa nama orang. Itu namanya politik anak-anak. Politik anak SD bahkan anak TK," kecam Nasir.
Hal yang lucu, sambung Nasir, Demokrat yang sedang terdesak lalu malah menyebut-nyebut ada sumbangan dari partai lain dalam hal ini PKS dan Golkar. Apalagi dikatakan juga ada politisi yang berkoar tentang Century ikut menyumbang Anas.
"Apa hubunganya dengan Century. Teman-teman Demokrat sudah kehilangan akal untuk menjawab tudingan-tudingan dan isu-isu yang hari ini dialami anggota Demokrat. Mereka sudah kehilangan argumentasi akhirnya nyabet sana-sini," imbuh Nasir.
"Kenapa yang lain tidak disebut. Kenapa hanya PKS dan Golkar yang disebut," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: