Demikian disampaikan Konjen Mansyur seperti dikutip dari rilis yang dikirim Adiguna Wijaya, Sekretaris Pertama dan Konsul Fungsi Pensosbud KJRI Dubai kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 4/1).
Disamping itu, KJRI Dubai juga turut memfasilitasi proses pendeportasian ratusan TKW bermasalah dari beberapa penjara di wilayah akreditasi KJRI Dubai. Proses hukum dan penyelesaian kasus serta administrasi permasalahan para TKI bermasalah telah difasilitasi penuh oleh KJRI Dubai dengan otoritas terkait setempat, yaitu kantor imigrasi, kepolisian, pengadilan, agen penyalur tenaga kerja lokal dan majikan.
Yang lain, KJRI Dubai juga membantu dan memfasilitasi beberapa WNI terlantar dan sakit yang terpaksa diturunkan di bandara Dubai untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Posisi Dubai sebagai bandara tersibuk ke empat di dunia yang didorong dengan pesatnya kemajuan yang dicapai oleh maskapai penerbangan Dubai, Emirates Airlines, telah menjadikan Dubai sebagai hubungan utama dalam jalur transportasi udara internasional. Hal ini mendorong semakin banyaknya kasus WNI terlantar dan sakit yang tiba melalui bandara Dubai.
Terkait dengan keberadaan bandara Dubai dan maskapai Emirates Airlines yang menghubungan Dubai ke sekitar 120 destinasi di seluruh dunia, KJRI Dubai turut pula mendorong terus meningkatnya jumlah tamu transit maupun singgah di Dubai. Sekitar 1.500 tamu telah difasilitasi oleh KJRI Dubai, termasuk beberapa kali kunjungan transit rombongan Presiden RI. Para tamu lainnya berasal dari beragam profesi, mulai dari tingkat menteri, pejabat tinggi maupun staf berbagai lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat Indonesia, pengusaha, warga sipil hingga artis.
[dem]
BERITA TERKAIT: