Sejumlah peneliti dan pemerhati budaya siang tadi (Senin, 12/12) berkumpul di Binagraha, Kompleks Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan yang diinisiasi Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial itu diluncurkan Gerakan Sejuta Data Budaya yang bertujuan untuk mencatat, mendalami dan merevitaliasi sebanyak mungkin peninggalan budaya nusantara.
"Diharapkan gerakan ini bisa menjadi awal dari revolusi sains dan transformasi sosial dan ekonomi, dalam menghadapi kembali potensi bencana-bencana besar yang dulu pernah menenggelamkan peradaban-peradaban besar di Indonesia," ujar Staf Khusus Presiden, Andi Arief, beberapa saat lalu menjelaskan maksud dari pertemuan itu.
"Penyusunan database budaya dapat menjadi langkah revitalisasi budaya ke arah mitigasi bencana alam," sambungnya.
Menurut Andi Arief, Presiden SBY juga mengapresiasi semangat dan kerja nyata para peneliti dari Bandung Fe Institute, IACI dan pihak lain yang telah menggali potensi budaya Indonesia. Juga disebutkan bahwa pemerintah bersedia memfasilitasi para peneliti untuk melanjutkan penelitian agar menjadi hasil yang dapat dimanfaatkan demi meningkatkan kehidupan sosial masyarakat. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: