Giliran Gunung Sorik Merapi di Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang berulah. Terhitung sejak pukul 16.00 WIB tadi (Senin, 12/12), status gunung setinggi 2.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dinaikkan dari normal atau level I menjadi waspada atau level II.
Menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dirilis Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, beberapa saat lalu, perubahan status itu didasarkan pada pengamatan atas kejadian vulkanologis dalam beberapa waktu terakhir ini.
Sepanjang bulan November terjadi satu kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal (TL), dan 27 kali gempa tektonik jauh (TJ). Lalu, antara 1 hingga 10 Desember terjadi satu kali VA, 4 kali TL, dan 9 kali TJ. Sementara pada 11 Desember terekam 17 kali VA.
Namun pada tanggal 12 Desember antara pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, aktivitas Sorik Merapi meningkat tajam. Telah terekam 79 kali VA, lalu antara pukul 06.30 hingga 06-40 WIB terekam tremor vulkanik.
"Dalam status waspada Sorik Marapi, masyarakat harap tenang. Ikuti arahan BPBD setempat. Masyarat tidak mendekati dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di Kawasan Rawan Bencana (KRB) II agar tetap waspada," demikian PVMBG.
Informasi lain yang disampaikan kantor Andi Arief berkaitan dengan status siaga Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara. Sejak pukul 17.52 hingga 18.06 WIT telah terjadi letusan asap kelabu dengan ketinggian antara 500 hingga 1.500 meter. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: