"Delapan orang tewas dan tiga orang masih tertimbun. Namun yang tertimbun ini dipastikan meninggal dunia," kata Sekretaris Palang Merah (PMI) Indonesia kota Makassar, Nur Salam kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 4/12).
Menurut Nur Salam, tembok yang runtuh ini merupakan tembok pemisah antara perumahan yang cukup mewah dengan rumah warga biasa. Sementara itu, rumah yang tertimbun tembok yang runtuh akibat banjir ini adalah rumah warga biasa.
Kini, lanjut Nur Salam, pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari PMI Makassr, bidang Kesehatan dari Polda Sulses, dan pihak Rumah Sakit Wahidin. PMI sendiri menurunkan 22 tim dan 2 unit mobil ambulance.
"Pencarian sedikit terganggu karena gelap akibat listrik mati. Mungkin akan pakai generator," demikian Nur Salam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: