Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, pada saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah dengan tema
Konsolidasi Gerakan Menuju Sinergitas Program di Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta, Jumat malam (25/11). Hadir pada pembukaan Rakornas tersebut Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Tapi, kata Saleh mengingatkan, syaratnya pemerintahan SBY-Boediono tidak melanggar konstitusi dan tidak mengkhianati rakyat.
Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Dipo Alam menyambut baik apa yang disampaikan Saleh. Bahkan Dipo berterimakasih kepada Pemuda Muhammadiyah yang selama ini menjadi penyeimbang pemerintah lewat kritikan konstruktif.
"Pemerintah sangat membutuhkan tukang kritik seperti Pemuda Muhamamdiyah ini. Karena (kritik ini) dapat menjadi indikator awal tentang respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah," ungkap Dipo Alam.
Soal pertemuannya dengan Pemuda Muhammadiyah, khususnya dengan Saleh P. Daulay diakuinya bukan sesuatu yang kebetulan. Diceritakan Dipo, pertemuannya dengan Saleh bermula pada saat pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, belum lama ini.
"Pertemuan saya dengan Pemuda Muhammadiyah di sela-sela ibadah di Tanah Suci. Jadi menurut saya, pertemuan ini jelas bukan kebetulan. Tapi memang ada skenario dari Allah SWT," aku Dipo, mantan aktivis sewaktu masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: