Diceritakan Sutan, pada rentang waktu 2004-2009 DPR periode lalu, dirinya kedatangan dua orang tamu yang dibawa oleh stafnya, Irianto. Kedua orang itu mau mengadukan penzaliman yang mereka alami saat ikut tender di kementerian tersebut.
Di ruangannya di Senayan, kedua tamu itu pun disuruh masuk. "Lalu kenalan, saya pun sudah lupa namanya," kata Sutan kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 25/11).
Di hadapan Sutan, kedua orang itu mengaku ikut tender terbuka. Tapi dari awal panitia tender sudah mengarahkan untuk memenangkan orang lain. Keduanya, tidak mau diatur dan tak mau mundur. "Akhirnya
free fight. Mereka menang. Karena yang diambil kan yang terendah (dari penawaran). Tapi dicoret, dianggap tidak mampu," kata Sutan.
Kedua orang itu mengancam akan mengadukan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM Jacob Purnomo ke KPK. "Jangan emosi dulu," imbau Sutan kepada dua tamunya itu.
Sutan pun langsung menghubungi Jacob Purnomo pada saat itu juga. Sutan mempertanyakan kinerja anak buah Jacob. Mendapat tudingan seperti itu, Jacob merespons dan meminta Sutan membawa keduanya.
Dikatakan Sutan, kedua orang yang mengaku perusahaannya didiskualifikasi itu pun berdebat dengan panitia tender. Kemudian diketahui bahwa memang kedua perusahaan itu layak untuk menang. Tapi karena pemenang sudah ditentukan, kemudian disepakati kedua perusahaan itu menjadi subkontraktor.
Menurut Sutan, disinilah kemungkinan bahwa ada yang menduga bahwa dua perusahaan itu adalah miliknya. Dan Sutan menyangkal dugaan tersebut dengan tegas.
Melanjutkan keterangannya, "Tidak tahu dua minggu kemudian, orang ini telepon lagi. Ternyata anak buah (Dirjen) inkar janji semua. Kami mau lapor ke KPK. Saya bilang jangan emosi dulu."
Sutan kemudian mengontak Dirjen Jacob. Tapi karena merasa benar, Jacob tak takut dengan ancaman tersebut. Sutan pun mempersilakan keduanya melaporkan kasus itu ke KPK. "Jadi saya ini mengingatkan, agar tidak ada pengaturan tender, agar seperti yang dilakukan pada masa Orba dilakukan kembali," tegasnya.
Bahkan kata Sutan, pada waktu pergantian Dirjen, dia kembali mengingatkan agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Meski begitu, tudingan kepada dirinya itu dia tanggapi secara positif. "Saya anggap ini sebagai ladang ibadah. (Saya) orang yang difitnah," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: