SBY Tak Akan Dukung Hatta sebagai Capres hanya Karena Alasan Besanan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 24 November 2011, 09:33 WIB
SBY Tak Akan Dukung Hatta sebagai Capres hanya Karena Alasan Besanan
sby
RMOL. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono diyakini pasti menghitung Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai salah seorang calon yang layak untuk didukung menjadi calon presiden pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Tapi tentu, kata pengamat politik M. Qodari kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 24/11) melalui sambungan telepon, kepastian apakah SBY akan mendukung Hatta tergantung banyak variabel yang harus diperhitungkan. Misalnya, bagaimana perolehan suara Partai Demokrat dan elektabilitas calon dari partai tersebut. Juga yang diperhitungkan, suara PAN dan elektabilitas Hatta Rajasa.

"Elektabilitas Ani Yudhoyono masih bisa naik turun, begitu juga Pramono Edhie dan Hatta Rajasa sendiri juga masih bisa naik turun. Harus diingat kita juga bicara dalam kontek suara Demokrat. Kalau suara PAN seperti tahun 2009 (hanya 7 persen) kemarin, ya mungkin Hatta harus puas dengan posisi wakil bukan calon presiden," katanya.

Partai besar biasanya mengambil posisi sebagai calon presiden. Sedangkan partai kecil, sebagai wakil. Misalnya, koalisi PDI Perjuangan dan Gerindra yang mengajukan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Begitu juga dengan Partai Golkar dan Hanura yang mendukung Jusuf Kalla-Wiranto.

"Kalau bicara tahun 2009 sebetulnya elektabilitas Wiranto itu di atas JK loh sebagai calon presiden. Tapi bicara perolehan suara partai, akhirnya kemudian mau tidak mau Wiranto ngalah. Saya yakin kalau Wiranto Capres dan JK wakilnya, itu angka bisa lebih tinggi dari 12 persen perolehan JK-Wiranto," katanya.

Kalaupun suara PAN tidak sebesar Demokrat pada 2014, masih kata Qodari, SBY bisa saja mengajukan Hatta asal elektabilitas Ketua Umum PAN melebihi elektabilitas calon lain yang muncul di internal Demokrat. Berdasarkan hal itu, Qodari yakin SBY tidak akan mau mengajukan Hatta hanya karena alasan kekeluargaan, tanpa variabel di atas dipenuhi.

"SBY sangat rasional. Dia akan melihat peluang menang-kalah. Kalau menang peluangnya besar, tentu dia (SBY) dukung (Hatta). Kalau kecil, tentu dia akan realistis," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA