"Yang saya takutkan kalau kalah penonton ngamuk. Itu merusak prestasi SEA Games selama ini. Dan itu akan mencoreng di mata dunia, bahwa kita memang nggak pantas (jadi juara)," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini (Senin, 21/11).
"Itu yang saya takutkan. Bukan menang atau kalah. Bagi saya, kalau memang mereka lebih bagus ya biarkan saja. Tapi yang saya takutkan, kalau sampai kalah, ngamuk maka prestasi SEA Games hancur," sambungnya.
Karena itu dia mengimbau, penonton harus lebih dewasa. Tampaknya, insiden pembakaran loket kemarin oleh sebagian pendukung Garuda Muda masih membayangi Gurubesar Ilmu Perbandingan Agama ini. "Masak sekarang loket saja dibakar. Memang namanya penonton, kursi ya terbatas. Kalau memang dia terlambat, jangan maksakan diri. Nonton TV saja," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: