Dalai Lama mengaku bahwa dirinya tidak pernah mendorong para biksu dan biarawati untuk melakukan aksi tersebut sebagaimana dituduhkan China. Kini, dirinya justru mempertanyakan efektivitas aksi bakar diri tersebut bagi perjuangan Tibet untuk keluar dari tekanan China.
"Pertanyaannya adalah seberapa efektifkah pengorbanan diri itu. Memang dibutuhkan keberanian yang sangat tinggi untuk melakukan hal tersebut. Tetapi reaksi China malah semakin keras," ujar Dalai Lama sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 19/11).
Dalam satu tahun ini tercatat ada 11 kasus bakar diri yang dilakukan oleh para biksu dan biarawati Tibet dan sebagian besar berakhir dengan kematian. Terakhir dilakukan oleh biarawati berusia 35 tahun pada dua pekan lalu.
Menurut Dalai Lama, peningkatan jumlah biksu dan biarawati yang membakar diri, merupakan salah satu indikasi semakin bertambahnya penderitaan rakyat di Tibet akibat .
"Banyak orang Tibet mengorbankan diri mereka. (Karena) Tidak ada seorang pun yang mengetahui berapa banyak warga Tibet yang mati akibat penyiksaan," lanjut Dalai Lama.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: