"Bukan mustahil, momentum ini jadi inceran para pelaku teror," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane pagi ini (Selasa, 15/11).
Saat ini situasi Kamtibmas di Bali memang relatif aman dan kondusif. Meski demikian aparat keamanan tidak boleh lengah. Sebab jika merunut ke masa lalu, pasca bom Bali I situasi Kamtibmas di Bali relatif kondusif tapi kemudian terjadi aksi teror bom Bali II.
"IPW mengingatkan hal ini karena ada tiga indikasi yang bisa membuka peluang bagi aksi-aksi teror di Bali," terangnya.
Pertama, saat ini masih ada puluhan tersangka teroris yang masih berkeliaran di masyarakat dan belum berhasil diringkus aparat kepolisian. Kedua, beberapa hari belakangan ini aparat Polri berhasil menciduk sejumlah tersangka teroris dari berbagai tempat. "Penangkapan ini mengindikasikan gerakan terorisme masih cukup kuat dan solid," ungkapnya.
Ketiga, terjadinya aksi-aksi perampokan di beberapa daerah, terutama perampokan terhadap tokoh emas seperti mengindikasikan adanya kelompok-kelompok teror yang sedang menggalang dana, seperti dalam aksi-aksi teror bom sebelumnya.
"Ketiga indikasi ini perlu diwaspadai aparat keamanan, khususnya di Bali. Sehingga event internasional yang berlangsung di Bali tidak tercemar oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: