“Ketersediaan pangan yang cukup dari dalam negeri ini merupakan aspek penting bagi kepentingan ekonomi nasional dan sangat strategis dalam rangka menciptakan stabilitas nasionalâ€, kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, pada pembukaan pameran tematik SMESCO UKM Food & Packaging Expo 2011, di Jakarta.
Menurut Menkop, secara nasional produk makanan dan minuman banyak digeluti koperasi dan UKM. Lihat saja, total omzet produk makanan dan minuman nasional tahun 2011 diprediksi menembus Rp 690 triliun. Dan dalam lima tahun terakhir pemerintah mentargetkan produk makanan dan minuman nasional tumbuh rata-rata 8 persen per tahun, seiring dengan dimasukkannya sektor ini sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini, sektor makanan dan minuman menunjukkan kinerja ekspor yang cukup menggembirakan. Nilai ekspor produk ini terus meningkat setiap tahunnya," kata Syarifuddin.
Pada Tahun 2011 ekspor produk makanan dan minuman ditargetkan sekitar US$ 6 miliar atau mengalami kenaikan 5-6 persen dibandingkan tahun 2010.
Menurut Menkop, produk makanan dan minuman dinilai mempunyai prospek cerah seiring dengan perkembangan ekonomi dan dukungan sumber bahan baku yang berlimpah.
Untuk menopang pertumbuhan produk ini, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, diantaranya pertama, ketersediaan bahan campuran makanan (
food ingredients), karena merupakan salah satu faktor yang sangat diperlukan dalam produk makanan dan minuman seperti bahan perasa, aroma, pemanis, pengawet, pewarna hingga
emulsifier, protein, serta
fat and oils. Bahan penunjang ini sebagian besar atau sekitar 80 persen masih dipenuhi oleh produk impor, sementara omzet pelaku usana nasional di cabang produk bahan campuran ini hanya 10-15 persen dari total omzet produk makanan nasional.
Kedua, pemanfaatan kemasan (
foods packaging), mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjaga kualitas mutu makanan dan minuman karena terkait erat dengan masalah kesehatan. "Sebagian besar dari produk makanan dan minuman kita masih dikemas secara tradisional dan belum memenuhi standar internasional, sehingga sulit bersaing dengan produk impor," ungkap Menkop.
Namun, lanjut Menkop, pertumbuhan produk makanan dan minuman telah mendorong tumbuhnya produk kemasan karena hampir 70 persen pengguna kemasan adalah produk makanan dan minuman. “Di Indonesia saat ini terdapat ribuan jenis kemasan yang beredar dengan nilai bisnis hingga triliunan rupiah. Kondisi ini merupakan peluang bagi para pengusaha produk makanan dan minuman untuk meningkatkan daya saing produknya melalui perbaikan tampilan kemasan sesuai dengan jenis dan karakter produk, serta kemampuan finasialnyaâ€, papar dia.
Melalui Expo ini Menkop mengharapkan para peserta pameran dapat memanfaatkan jasa konsultasi yang sudah disediakan dengan sebaik-baiknya, seperti konsultasi kemasan, standarisasi melalui Badan POM, HAKI maupun konsultasi di bidang pembiayaan.
[dem]
BERITA TERKAIT: