"Ini untuk mewujudkan pengelolaan sumber kekayaan alam yang adil," tegas Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy saat berorasi pada acara Mimbar Kebudayaan 83 Tahun Sumpah Pemuda dengan tema "
Meruwat Indonesia" yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu malam, (26/10).
Apa yang disampaikan oleh Tjatur itu diamini Ketua DPP IMM Ton Abdillah Has. Ton menegaskan mahasiswa memang tidak boleh jenuh menyuarakan kebenaran. Sebagaimana pemuda juga tidak pernah jenuh hingga berhasil merumuskan Sumpah Pemuda yang setiap tahun diperingati.
Apalagi IMM mempunyai modal kuat untuk terus konsisten. Hal ini diingatkan senior IMM, Amirsyah Tambunan, yang juga tampil berorasi pada saat yang sama.
"Mahasiswa mempunyai modal yang kuat untuk memgembangkan SDM seperti modal semangat, kemauan dan kemampuan yang besar dalam bidang ideologi. Karena itu IMM tidak boleh menggadaikan ideologi untuk kepentingan sesaat," jelas Amir, yang juga Wakil Sekjen MUI Pusat ini.
Tentang peran mahasiswa sebagai agen perubahan mendapat perhatian Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor Nusron Wahid. Katanya, Tuhan mempunyai asma'ul husna 99. Tapi katanya, hanya satu yang tidak dicabut dari mahasiawa. Artinya mahasiswa mampu menjadi bagian terdepan dalam melakukan perubahan.
Acara yang digagas IMM ini diapresiasi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan
Maruara Sirait, yang juga didaulat untuk menyampaikan orasi. IMM nilai Ara, demikian anggota Komisi IX DPR itu disapa, konsisten melakukan perubahan untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
[zul]
BERITA TERKAIT: