Resmi, Pemuda Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Jaringan Melayu Malaysia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 27 Oktober 2011, 13:38 WIB
Resmi, Pemuda Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Jaringan Melayu Malaysia
saleh daulay
RMOL. Di tengah riuhnya perebutan kursi Ketua Umum DPP KNPI pada Kongres XIII yang berlangsung di hotel Sahid Jakarta (24-28/10), Pemuda Muhammadiyah justru masih menyempatkan diri untuk terus merentangkan jaringannya sampai ke negeri jiran.

Secara resmi, Pemuda Muhammadiyah dan Jaringan Melayu Malaysia (JMM) telah menandatangani memorandum of understanding (nota kesepahaman) untuk melaksanakan program-program bersama. MoU tersebut ditandatangani di sela-sela kegiatan "Pertemuan Serantau Oneregion" yang berlangsung sejak Senin-Jumat (24-28/10) di hotel Royal Chulan, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan ini adalah follow-up dari beberapa pertemuan sebelumnya baik yang dilaksanakan di Jakarta maupun di Kuala Lumpur.

"Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kesefahaman dan nilai persaudaraan antara generasi muda Indonesia dan Malaysia. Ini penting dilakukan mengingat adanya pasang surut hubungan antara dua negara beberapa waktu belakangan ini. Kerjasama ini dapat dinilai sebagai bagian dari people to people diplomacy"," kata Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay,  saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 27/10).

Di antara program kerjasama yang akan dilaksanakan, lanjut Saleh, adalah melakukan pertukaran pemuda antara dua negara; latihan kepemimpinan pemuda; pembuatan video mengenai pentingnya hubungan antara dua negara; advokasi terhadap TKI; dan penerbitan buku-buku dari kawasan negeri serantau. Kerjasama ini masih bisa ditingkatkan dalam bidang-bidang lain sesuai dengan kebutuhan kedua belah pihak. Untuk sementara ini, kerjasama yang sudah berjalan adalah pertukaran pemuda dari masing-masing kedua organisasi.

Melalui kerjasama ini, Saleh berharap, dapat membina dan mengembangkan potensi para pemuda dari masing-masing kedua organisasi. Di samping itu, people to people diplomacy tentu sangat berguna dalam meredam berbagai gejolak yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terkait hubungan antara dua negara. Ini tentu sangat menguntungkan bagi masing-masing pihak.

"Saya berharap kerjasama seperti ini dapat dilakukan juga oleh elemen organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lain. Semakin banyak ikatan yang dijalin, semakin baik pula hubungan antara dua negara. Pada akhirnya, dapat meningkatkan bargain kedua negara di pentas global," demikian Saleh mengakhiri. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA