PILPRES 2014

Meski Kuasai Dana dan Media, Ical Tersangkut Tiga Hal yang Harus Diatasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 27 Oktober 2011, 11:41 WIB
Meski Kuasai Dana dan Media, Ical Tersangkut Tiga Hal yang Harus Diatasi
ical/ist
RMOL. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie hampir dipastikan maju pada pemilihan Presiden 2014 mendatang. Hal itu terungkap dari dukungan yang diberikan DPD Golkar se-Indonesia dalam Rapimnas tadi malam.

Tapi, langkah pengusaha nasional itu maju pada Pilpres mendatang akan menemukan sejumlah ganjalan, setidaknya terdapat tiga batu sandungan Ical, demikian Aburizal Bakrie akrab disapa. Makanya, ganjalan itu harus diantisipasi sejak dini.

"Pertama terkait kasus lumpur Lapindo. Ical harus mengubah persepsi publik bahwa itu sudah selesai kasusnya. Kalau memang belum (selesai), ini akan menjadi tantangan. Karena satu saat ini bisa digunakan oleh lawan-lawan politik untuk menyerang Ical," kata pengamat politik Hanta Yudha kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 27/10).

Menurutnya ada momentum yang bisa dimanfaatkan Ical untuk mengatasi soal Lapindo tersebut. Ical harus segera memenuhi janji ganti rugi kepada korban Lapindo yang jatuh tempo pada 2012 ini.

"Sekaligus ini menjadi bahan kampanye bagi Ical kalau dia bisa menyelesaikannya dan memperbaiki persepsi publik bahwa itu clear. Karena dalam politik, persepsi lebih penting dari realitas," ungkapnya.

Kedua kasus pajak perusahaannya yang selama ini dikaitkan dengan Gayus Tambunan. Meski tidak seserius kasus lumpur Lapindo, tapi citra Ical yang dikaitkan dengan pajak ini juga menjadi tantangan.

"Itu juga harus diantisipasi. Sama (dengan kasus Lapindo) Ical juga harus memperbaiki persepsi dan komunikasi publik bahwa persoalan itu sudah selesai. Tapi disertai dengan bukti, dokumen bahwa perusahaan Bakrie memang clear," imbuhnya.

Ketiga adalah tantangan dari internal Partai Golkar sendiri. Meski Ical adalah ketua umum dan memiliki kans paling besar untuk jadi capres, tapi tak bisa dinafikan kekuatan lain di partai berlambang beringin tersebut. Seperti faksi Akbar Tanjung, Jusuf Kalla, Agung Laksono dan bahkan Fadel Muhammad dan Surya Paloh meski sudah hengkang.

"Nah beliau harus melakukan konsolidasi dan menjaga soliditas internal partai untuk proses itu. Apakah melalui konvensi atau Rapimnas," ungkap peneliti The Indonesian Institute ini.

Bukankan peserta Rapimnas sudah menyatakan dukungan kepada Ical?

"Tapi kan belum (final), masih ada peluang (untuk berubah). Tapi itu bagian dari upaya dia," jawabnya.

Kalau tiga tantangan di atas bisa diatasi oleh Ical, dia memandang Ical memang memiliki potensi besar untuk jadi RI-1. Karena secara kapital dan media, Ical sudah kuasai. "Ada potensi untuk itu saya kira syaratnya tiga hal di atas dilalui dengan baik," bebernya.

Kalau dari segi gagasan yang selama ini dikampanyekan Golkar, yaitu membangun Indonesia dari desa, Hanta mengapresiasi itu. Asal gagagan itu dijalankan secara konsisten dan dikomunikasikan ke publik dengan baik. Karena memang, pemberdayaan dan pembangunan Indonesia itu harus menjadikan desa sebagai ujung tombak. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA