Demikian disampaikan pengamat hukum dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (22/10).
"Jelas SBY memperkuat posisinya dengan pengangkatan Marciano," tegas Usman.
Usman bahkan menambahkan masuknya Marciano ke BIN dapat mengubah dan menghilangkan warna lembaga intelijen yang berwatak sipil. Marciano dipastikannya membawa intelijen ke era militerisitik dan rawan sikap represif.
"Status TNI aktif Marciano tidak dipertimbangkan, kultur intelijen militeristik akan muncul lagi seperti di era Orde Baru dahulu," lanjut Usman
Sementara, Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, salah seorang yang terdepan menyerukan penggantian Kepala BIN Jenderal (Purn) Sutanto, menolak anggapan bahwa badan intelijen akan lebih represif ketika di bawah kepemimpinan tokoh TNI.
"Sudah ada UU Intelijen yang baru, itu jadi pagarnya," tegas TB saat diwawancara beberapa waktu lalu.
[ald]
BERITA TERKAIT: