"SBY Juara Satu Lomba Lari dari Kenyataan"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 20 Oktober 2011, 17:06 WIB
"SBY Juara Satu Lomba Lari dari Kenyataan"
RMOL. Selain diwarnai aksi mendesak SBY-Boediono turun yang dilakukan mahasiswa dan aktivis pergerakan dari berbagai elemen, peringatan dua tahun pemerintahan SBY-Boediono di Istana Negara, Jakarta, juga diwarnai aksi dari keluarga dan kerabat korban kasus penculikan aktivis Trisakti 1998.

Bergabung dengan puluhan pengunjukrasa lainnya, puluhan keluarga aktivis Trisakti menyebut SBY dengan perkataan Mager alias Males Gerak.

"SBY jangan Mager (Males Gerak)," begitu tulisan dalam salah satu spanduk yang mereka bawa.

Selain itu, masing-masing dari mereka memajang foto keluarga mereka yang hilang. Diantara yang lainnya mengacung-acungkan spanduk kecil bertuliskan "Ayo hancurkan kapitalisme". "Reshuffle Kabinet Bukan Solusi". "Usut Tuntas Pelanggaran HAM". Dan "SBY jangan Mager (Males gerak)"

Dari spanduk-spanduk kecil itu, ada satu poster yang menarik para pemburu berita dan para peserta pengunjuk rasa lainya. Poster itu bergambar sertifikat dengan tulisan "Juara Satu Lomba Lari dari Kenyataan Diberikan Kepada Susilo Bambang Yudhonoo."

Selain isu-isu tersebut, puluhan keluarga korban Trisakti dalam aksi diam dengan menggunakan payung hitam itu menuntut Pemerintah menyelesaikan segala permasalahan yang menggantung. Misalnya, soal lumpur Lapindo, kasus Talang Sari, proses hukum terhadap jenderal pelanggaran HAM, tragedi Wasior Wamena.

Sampai berita ini dilaporkan unjukrasa yang mereka lakukan masih mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA