Istana menyayangkan pemberitaan mengenai Presiden SBY yang disebutkan menjalani operasi jantung. Menurut salah seorang staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono, kabar itu sudah beredar sejak hari Sabtu lalu. Namun mulai ramai diberitakan sejak hari ini, khususnya oleh harian petang Sinar Harapan edisi hari ini (12/10).
"Berita itu samasekali tidak benar. Hari Jumat Presiden melakukan kegiatan rutin di Cikeas dan istana. Hari Sabtu juga melakukan kegiatan tugas dengan para Staf Khusus Presiden," ujar Heru Lelono dalam penjelasannya.
"Berita seperti ini seharusnya dikonfirmasi kepihak yang tepat dahulu oleh media yang akan merilis," sambungnya.
Dia mengingatkan berita seperti ini seharusnya tidak dengan gampang dimuat media. Selain berakitan dengan kesehatan seseorang yang tidak dapat dipastikan, juga berkaitan dengan seorang Presiden.
"Layakkah sumber berita kesehatan seorang Presiden dimuat hanya berdasarkan info dari seorang petugas cleaning service RS?" demikian Heru Lelono. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: