"Temuan Komisi I DPR hendaknya bisa dijadikan tantangan bagi pemerintah untuk hati-hati dan memberikan perhatian lebih terhadap masalah tapal batas negara," ujar Sekretaris Hubungan Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah Sholeh Latundo kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Selasa, 11/10).
Menurutnya, permasalahan tapal batas adalal hal yang penting dan tidak bisa dianggap remeh. Apalagi menurut informasi yang ada, di kedua wilayah tersebut fasilitas layanan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan sangat berkekurangan yang harus dipenuhi oleh pemerintah.
"Jika betul ditemukan pencaplokan maka seharusnya menjadi tantangan bagi pemerintah," katanya.
Direktur Eksekutif Lingkar Daerah Indonesia Institut (LIDI) itu menambahkan, Pemerintah dalam hal ini Menkopolkam Joko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Komisi I DPR dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk fokus atas persoalan tapal batas. Apalagi pembangunan sosial ekonomi masyarakat di daerah tapal batas yang berkekurangan dibandingkan dengan negara tetangganya. "Ini harus di perhatikan. Ini tantangan Indonesia," tegasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: