Direktur Utama LPDB Kemas Danial menyatakan, selama ini pihaknya mengelola dana bergulir kepada UKM dan Koperasi yang berasal dari APBN. Langkah kerja sama ini sendiri merupakan langkah terobosan yang dilakukan agar penyaluan nana bagi koperasi dan UKM di Indonesia semakin besar.
"Dana penyaluran untuk tahap pertama ini kami harapkan mencapai Rp 1 triliun," ungkap Kemas di Kantor Kemenkop dan UKM ketika menandatangani MoU di kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (10/10/).
Dalam kerjasama ini, BTN hanya bertindak sebagai bank penyalur yang akan menyalurkan dana bergulir ke koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Dananya sendiri, merupakan dana dari Jamsostek yang sudah didepositokan di BTN.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga menyatakan bahwa dalam masa ini teknis penyaluran KUR ini akan diserahkan kepada BTN. "Nanti penyalurannya diserahkan ke BTN," ungkap Hotbonar.
Sebagai informasi, sejak berdiri di tahun 2008 lalu, LKDB telah mencairkan dana kepada UKM dan koperasi sebesar Rp 1,3 triliun kepada 789 mitra LKDB, yang terdiri dari 686 koperasi, 39 koperasi sekunder, 47 perusahaan modal ventura, 15 bank, 5 UKM strategis dan 161.597 UKM. Di 2010, LKDB menggulirkan dana Rp 410,9 miliar yang diserap oleh 42.043 miliar.
"Sampai Oktober ini kami telah menyalurkan Rp 899 miliar ke koperasi dan UKM dari target penyaluran sampai akhir tahun sebesar Rp 1 triliun," ungkapnya mengakhiri.
[zul]
BERITA TERKAIT: