Kata dia, tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, umumnya disebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan investasi dan minimnya ketrampilan kerja. Selain itu sistem pendidikan yang menerapkan metode penilaian prestasi kelulusan siswa, cenderung tidak membuat alumninya kreatif.
"Oleh karena itu kita masih perlu berjuang menciptakan sekitar 4,15 juta orang wirausahawan baru untuk melengkapi angka ideal sebesar 4,75 juta wirausaha,†ujar Syarief Hasan pada forum
group discussion Ikatan Alumni Institut Sepuluh November (IKA-IT) di JCC Senayan, Jakarta (Jumat, 7/9).
Berdasarkan data formal saat ini, jumlah wirausaha yang tersedia baru sekitar 592.467 orang. Oleh karena itu Indonesia masih membutuhkan tambahan sebanyak 4,15 juta wirausahawan baru, dan IKA-ITS diharapkan bisa mendukung program pemerintah itu.
"Pelaku usaha yang tergabung dalam wadah IKA-ITS bisa bersinergi dengan pemerintah mendorong tumbuhnya wirausaha muda dari generasi muda,"kata Menkop lagi.
Dalam pengembangan kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM terus menerus mengembangkan program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan. Program itu dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional.
Program tersebut diantaranya melakukan pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa yang ikut dalam program koperasi di beberapa perguruan tinggi Indonesia, Diklat keterampilan teknis bagi siswa SMK, para pemuda putus sekolah, pembangunan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) di perdesaan.
Instansi ini juga memfasilitasi klinik konsultasi kewirausahaan dan pengembangan inkubator bisnis yang secara bersama dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM dengan perguruan tinggi.
“IKA-ITS diharapkan dapat mendorong kalangan generasi muda untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan UKM,"
tutup Syarif
. [dem]
BERITA TERKAIT: