"Wisma atlet jauh lebih kompleks. Tidak mungkin menyelesaikannya lebih dulu dari kasus Kemenakertrans," kata Busyro dalam rapat konsultasi antara Pimpinan DPR dengan KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, di ruang pimpinan DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 3/9).
Busyro menyampaikan hal itu untuk menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsuddin. Azis menilai KPK sangat reaktif dalam menangani kasus suap Kemenakertrans, sangat cepat memeriksa dugaan keterlibatan Banggar DPR, sementara lambat dalam menangani kasus wisma atlet.
Busyro kembali menegaskan kasus suap wisma atlet yang melibatkan bekas bendahara umum Demokrat M Nazaruddin dan telah memvonis dua Rosa dan El Idris benar-benar sangat kompleks.
"Kompleks Betul. Kompleksnya seperti apa, kita sama-sama tahu lah. Tidak usah dijelaskan," katanya.
[dem]
BERITA TERKAIT: