China Upayakan Astronot Bisa Berjalan di Luar Angkasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 01 Oktober 2011, 15:12 WIB
China Upayakan Astronot Bisa Berjalan di Luar Angkasa
ist
RMOL. Dua hari lalu (Kamis, 29/9), Pemerintah China berhasil meluncurkan kapsul ruang angkasa yang akan menjadi tahap awal dalam pembangunan stasiun luar angkasa.

Kapsul tak berawak yang dinamai Tiangong 1 ini diluncurkan dari gurun Gobi di wilayah barat China. Tiangong 1 akan digunakan untuk latihan bergabung atau docking dengan wahana lain.

Tianggong 1 ini adalah upaya awal dari pemerintah China untuk menguasai tekhnik penggabungan dua wahana antariksa, sebelum membangun sebuah stasiun ruang angkasa dalam beberapa dekade kedepan.

Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah AS dan Rusia yang mengurangi program sejenis mereka. Sehingga menimbulkan sebuah anggapan bahwa China memang sedang berambisi menguasai teknologi mereka di ruang angkasa.

"Beijing boleh dikatakan terlambat. Mereka mengirim orang ke orbit untuk pertama kalinya pada tahun 2003, namun lima tahun kemudian, astronot Cina bisa berjalan di ruang angkasa," ujar seorang wartawan yang meliput acara tersebut, Martin Patience sebagaimana dikutip BBC.

Memang tidak menutup kemungkinan pemerintah China saat ini sedang berupaya untuk mendaratkan manusia di bulan. Karena arti dari kata Tiangong sendiri dalam bahasa mandarin adalah Istana yang sangat menyenangkan. Selain pendaratan di luar angkasa,  tujuan akhir dari rangkaian pengembangan teknologi ruang angkasa ini adalah pembangunan stasiun luar angkasa yang memungkin manusia bisa berjalan di tempat tersebut.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA