IBAS JADI KETUA FRAKSI

Ramadhan Pohan: Pergantian Jafar Hafsah Kewenangan Anas Urbaningrum!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 28 September 2011, 21:46 WIB
Ramadhan Pohan: Pergantian Jafar Hafsah Kewenangan Anas Urbaningrum<i>!</i>
anas/ist
RMOL. Ketua Divisi Komunikasi dan Informatika Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, berkeinginan agar posisi Ketua Fraksi Demokrat di DPR diganti. Kinerja buruk sang Ketua Fraksi, Jafar Hafsah, menjadi alasan Ruhut untuk dilakukan pergantian. Ruhut pun mengusulkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai pengganti Jafar.

Bagaimana kolega Ruhut di Demokrat menyikapi keinginan itu? Setujukah? Atau malah sebaliknya, tidak setuju dengan usul Ruhut?

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, memastikan, persoalan reposisi di fraksi merupakan wilayah Ketua Umum Partai, dalam hal ini Anas Urbaningrum. Anas lah yang punya hak untuk menilai apakah perlu dilakukan pergantian atau tidak.

"Itu wilayah Ketum (Ketua Umum). Itu hak prerogatif Ketum. Tidak ada yang memiliki hak untuk menilai kinerja Fraksi selain Ketum," kata Ramadhan kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 28/9).

Sehingga, sambung Ramadhan, keputusan apapun yang dibuat Anas terkait hal itu, maka sesungguhnya itulah keputusan yang terbaik.

Sebelumnya, Ruhut Sitompul menyampaikan kinerja Jafar Hafsah sebagai ketua fraksi Demokrat buruk. Jafar dinilainya tidak lebih baik dibandingkan Anas Urbaingrum saat memimpin Demokrat di DPR. Hal tersebut setidaknya terlihat dari tidak optimalnya konsolidasi kader Demokrat di DPR yang fasilitasi fraksi. Setiap pertemuan kader yang hadir, kata Ruhut, tidak banyak.

Untuk itu, Ruhut mengusulkan agar kepengurusan Fraksi Demokrat DPR RI diisi oleh darah-darah muda. Sosok muda yang layak menggantikan Jafar Hafsah adalah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
 
Dalam pandangan Ramadhan, Jafar merupakan pribadi yang aktif, komunikatif dan kapabel. Namun lagi-lagi, kata Ramadhan, karena tidak memiliki hak untuk mempersoalkan masalah tersebut, maka dirinya tidak berhak memberikan pertimbangan apakah Jafar perlu dipertahankan dari posisinya atau tidak.

"Saya tidak berhak menilai, lalu meloby ini, meloby itu untuk diganti maupun sebaliknya," tandas Ramadhan. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA