Bagaimana kolega Ruhut di Demokrat menyikapi keinginan itu? Setujukah? Atau malah sebaliknya, tidak setuju dengan usul Ruhut?
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, memastikan, persoalan reposisi di fraksi merupakan wilayah Ketua Umum Partai, dalam hal ini Anas Urbaningrum. Anas lah yang punya hak untuk menilai apakah perlu dilakukan pergantian atau tidak.
"Itu wilayah Ketum (Ketua Umum). Itu hak prerogatif Ketum. Tidak ada yang memiliki hak untuk menilai kinerja Fraksi selain Ketum," kata Ramadhan kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 28/9).
Sehingga, sambung Ramadhan, keputusan apapun yang dibuat Anas terkait hal itu, maka sesungguhnya itulah keputusan yang terbaik.
Sebelumnya, Ruhut Sitompul menyampaikan kinerja Jafar Hafsah sebagai ketua fraksi Demokrat buruk. Jafar dinilainya tidak lebih baik dibandingkan Anas Urbaingrum saat memimpin Demokrat di DPR. Hal tersebut setidaknya terlihat dari tidak optimalnya konsolidasi kader Demokrat di DPR yang fasilitasi fraksi. Setiap pertemuan kader yang hadir, kata Ruhut, tidak banyak.
Untuk itu, Ruhut mengusulkan agar kepengurusan Fraksi Demokrat DPR RI diisi oleh darah-darah muda. Sosok muda yang layak menggantikan Jafar Hafsah adalah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
Dalam pandangan Ramadhan, Jafar merupakan pribadi yang aktif, komunikatif dan kapabel
. Namun lagi-lagi, kata Ramadhan, karena tidak memiliki hak untuk mempersoalkan masalah tersebut, maka dirinya tidak berhak memberikan pertimbangan apakah Jafar perlu dipertahankan dari posisinya atau tidak.
"Saya tidak berhak menilai, lalu meloby ini, meloby itu untuk diganti maupun sebaliknya," tandas Ramadhan.
[dem]
BERITA TERKAIT: