Ilmuwan AS Teliti Hujan Meteor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 17 September 2011, 22:38 WIB
Ilmuwan AS Teliti Hujan Meteor
ist
RMOL. Pekan ini warga Amerika Serikat dikagetkan dengan adanya fenomena alam berupa hujan meteor di beberapa wilayahnya. Meteor-meteor itu menghujani wilayah barat daya Amerika Serikat.

Hujan bola api itu kemungkinan berasal dari sebongkah batu ruang angkasa yang melaju dengan kecepatan 30 km perdetik memasuki bumi. Peristiwa ini telah membuktikan dua hal, pertama, orang awam bisa melihat meteor secara kasat mata dan memungkinkan sebuah pemahaman bahwa batu dari ruang angkasa bisa masuk ke bumi dan tidak hancur terbakar oleh atmosfer.

Kini demi kepentingan penelitiaan para ilmuwan mulai mencari sisa-sisa sebuah meteor yang jatuh di barat daya langit Amerika Serikat. Para ilmuwan akan menggunakan sisa sisa meteor yang sampai ke bumi ini guna mencari petunjuk mengenai asal usul tata surya kita.

"Kebanyakan meteorit lebih tua daripada batu yang ditemukan di bumi," kata Peter Brown, Profesor Fisika dan Astronomi di University of Western Ontario, sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 17/9).
 
Untuk menemukan sisa-sia meteor tersebut, para peneliti AS mengumpulkan keterangan dengan berbagai pihak yang melihat jatuhnya meteor tersebut. Ini termasuk saksi mata dan berbagai instrumen, termasuk satelit, kamera astronomi, radar, video amatir, bahkan kamera CCTV. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA