Wakil Ketua Umum Kadinda Sulbar, Ryan Megah Mandalawaty, disela-sela acara mengungkapkan, keikutsertaan Sulbar dalam kegiatan itu merupakan upaya untuk menggali besarnya potensi kuliner khas Sulbar, khususnya berbagai macam jajanan, aneka penganan dan makanan kering. Dimana arahnya adalah membangun usaha mandiri daerah atau
home industry.
"Potensinya sangat besar, dari ikan, coklat, kopi, sawit, pisang, hingga kelapa. Kalau potensi ini diolah dengan baik, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terang Ryan yang membidangi Perdagangan, Logistik, Luar Negeri dan Investasi Kadinda Sulbar.
Partisipasinya dalam ASEAN Plus Culinary Festival 2011 yang digagas Kementerian Luar Negeri atas kerjasamanya dengan Sentra Kelapa Gading (PT Summarecon) dan Indonesian Chef Association (ICA), kata dia, merupakan program kerja jangka pendek Kadinda Sulbar. Adapun program jangka panjangnya mencakup pembangunan sarana dan prasarana guna menarik wisatawan lokal dan manca untuk datang ke Sulbar sekaligus menanamkan sahamnya disana.
Terkait hal ini pula pihaknya selama ini menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat dengan membentuk DPAC Kadin di masing-masing kabupaten dan kota, guna meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat aneka macam kue dan jajanan.
"Kendala utama dalam usaha kecil menengah di Sulbar adalah modal dan pemasaran. Karenanya kami menggandeng BRI dan BNI dalam hal permodalan, sedangkan pemasaran salah satunya dengan mengikuti event-event seperti ini," beber Ryan.
Sementara itu Ketum Kadinda Sulbar, Harry Warganegara, mengatakan, upaya menarik wisatawan lokal dan manca negara terhadap besarnya potensi dan sektor pariwisata di Sulbar menjadi prioritas pihaknya. Salah satunya dengan mengikuti festival serupa tingkat internasional di Malaysia beberapa waktu lalu.
"Indonesia sangat kaya dengan kuliner tradisional yang sangat khas. Bila potensi ini dimaksimalkan, tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi Indonesia mempunyai kekuatan sebagai Ketua ASEAN," ucapnya.
Hal yang dinilainya sejalan dengan ASEAN Awareness, karena melibatkan berbagai kelompok masyarakat termasuk kalangan pemuda.
ASEAN Plus Culinary Festival 2011 sendiri diikuti 34 booth yang terdiri dari makanan dan minuman. Tercatat Vietnam, Malaysia, Thailand, Pakistan, Filipina dan Jepang ikut menyemarakkan
event yang akan dijadikan kegiatan rutin tahunan tersebut. Selama 3 hari, pengunjung juga dimanjakan berbagai hiburan. Diantaranya
art and culture performance,
ASEAN character humanoid, serta
live band performance.
[dem]
BERITA TERKAIT: