Bukan kali ini saja menteri asal Partai Persatuan Pembangunan itu diterpa isu sensitif. Sebelumnya di awal masa pembentukan kabinet Indonesia Bersatu II, dia juga dituding melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia).
Sekjen PPP Romahurmuzy mengatakan isu-isu itu diciptakan oleh orang-orang yang tak senang dengan kinerja Sang Menteri. Meski, Romi, demikian ia akrab disapa, tidak tahu persis pada sisi mana dari kinerja sang menteri yang membuat orang yang mengeluarkan isu tersebut tidak senang.
Makanya, dia memastikan, isu itu dikeluarkan oleh orang dari luar partai. Karena secara internal, sang menteri tidak memiliki persoalan.
"Persoalan internal partai tidak ada. Saat mau diangkat jadi menteri, pernah muncul isu pedofilia. Saya melihat murni dari luar. Cenderung pemberitaan dikontruksi dari luar. Sebab tidak ada kalimat yang keluar dari internal perihal selingkuh," kata Romi di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 15/9).
"Bagi PPP, tidak ada lain selain mendoakan agar (masalah tersebut) cepat selesai," demikian Romi.
[zul]
BERITA TERKAIT: