Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 6/9).
"Itu jelas petasan yang dinyalakan, sangat membahayakan dan ancamannya juga jelas. Tapi ternyata masyarakat tidak peduli ada Presiden di situ," kata Ray.
Tindakan masyarakat yang juga menonton pertandingan tersebut, sambung Ray, menganggap SBY seperti penonton biasa dan karenanya tak perlu khawatir menyalakan petasan. Masyarakat, tegas Ray, tak lagi menganggap SBY sebagai Presiden.
"Ini peringatan keras dan serius, betapa SBY sudah tidak dihormati, sudah tidak dipedulikan publik. Ini sinyal buruk bagi pemerintahan SBY," tutup Ray.
[dem]
BERITA TERKAIT: