"Yang bisa dikorupsi itu ada dua, anggaran belanja barang dan anggaran belanja modal," kata Jusuf Kalla saat berbicara di Jakarta Lawyers Club, yang disiarkan
TV One, sesaat lalu (Selasa, 16/8).
Sementara itu, kata Jusuf Kalla, pos anggaran lainnya, anggaran pegawai, anggaran subsidi BBM dan anggaran bayar bunga dan utang tidak bisa dikorupsi. Mengingat anggaran-anggaran ini punya imbas langsung ke publik. Subsidi tidak mungkin dikorupsi karena anggarannya langsung masuk ke Pertamina. Kalau anggarannya dikorupsi maka akan berpengaruh terhadap harga BBM di pasaran.
Dikatakan Jusuf Kalla, dalam APBN, alokasi anggaran belanja barang dan anggaran belanja modal tak terlalu besar tiap tahunnya, bahkan alokasinya cukup kecil dari pos lainnya.
"Itu (anggaran belanja barang dan modal) yang sebenarnya menggerakan ekonomi. Kalau dikorupsi bagaimana ekonomi bisa bergerak," demikian Jusuf Kalla.
[dem]
BERITA TERKAIT: