Klaim ini disampaikan kubu pemberontak setelah mengatakan bahwa mereka telah berhasil memenangkan suatu pertempuran di kota tersebut pada Sabtu malam (14/8). Penguasaan kota Zawiya diyakini oleh para pemberontak mampu memutus mobilitas pusat pemerintahan Tripoli dengan dunia luar, sehingga memudahkan upaya untuk menaklukan Khadafi.
Sebagaimana dilansir
BBC (Sabtu, 14/8), meski mengakui adanya sebuah serangan dari 50 tentara pemberontak, Pemerintah Libya membantah kabar kekalahan tersebut.
Hingga saat ini, kata Menteri Penerangan Libya Moussa Ibrahim, pemerintah masih menguasai Zawiya. Pasukan pemerintah, lanjut Mousa Ibrahimm, telah berhasil mementahkan serangan Sabtu tersebut dari pihak pemberontak.
Para pemberontak memang sudah sejak lama mengincar kota Zawiya karena kota tersebut merupakan salah satu kota yang berbatasan langsung dengan Tunisia dan menjadi pintu penghubung antara pemerintah Khadafi dengan negara lain. Namun usaha dari para pemberontak ini selalu menghadapi serangan dari artileri berat milik pemerintah yang selalu membuat perlawanan di kota tersebut gagal.
[yan]
BERITA TERKAIT: