Adnan Buyung Cs, Gerombolan yang Kalah Perang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 10 Agustus 2011, 00:51 WIB
Adnan Buyung Cs, Gerombolan yang Kalah Perang
adnan/ist
RMOL. Ketua Pelaksana Harian Jaringan Nusantara (JN) Jakobus E. Kurniawan menganggap sejumlah tokoh politik tua seperti Adnan Buyung Nasution, Hariman Siregar dan Tyasno Sudarto yang berkumpul di Hotel Four Seasons dan membuat rekomendasi antara lain, demi rakyat Indonesia DPR harus bertindak menghentikan pemerintahan SBY-Boediono sesegera mungkin.

"Mereka itu kan gerombolan orang tua yang pernah diberikan kesempatan oleh sejarah untuk menjadi pemimpin. Tapi terbukti gagal bahkan kalah dalam persaingan politik,” kata Iwan dalam sebuah diskusi di Hotel Cemara, Jakarta (Selasa, 9/8).

Mereka tak layak mengklaim mewakili suara rakyat apalagi menyerukan penggulingan pemerintahan SBY-Boediono. Diibaratkan Iwan, mereka tak ubahnya seperti aliens yang tidak memiliki konteks politik saat ini.

"Semua orang saat ini sibuk melakukan kegiatan produktif membangun citra masa depan. Tidak punya urusan dengan politik intrik seperti gerombolan itu. Terbukti kan tanpa kehadiran mereka stabilitas ekonomi terjaga dengan baik. Kehidupan politik berjalan dengan baik bahkan kita mampu bertahan ditengah ancaman krisis ekonomi dunia," katanya.

Terkait pernyataan mantan KASAD Tyasno Sudarto yang mengatakan jika DPR tidak mau mencabut mandat SBY-Boediono, maka patut dibubarkan dan perlu dilakukan revolusi, ditanggapi Iwan sebagai cara berpikir lama. Cara berpikir khas jenderal-jenderal Orde Baru. "Politik dianggap sebagai operasi militer tanpa mengindahkan kaidah demokrasi," tutupnya.[dem]




Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA