Publik tidak bisa menerima alasan tersebut karena publik tidak bisa memisahkan Marzuki Alie baik sebagai Ketua DPR maupun sebagai Anggota Dewan Pembina Demokrat.
"Kalau keselir lidah terlalu sederhana. Itu bisa langsung diklarifikasi ulang. Tapi inikan tidak (diklarifikasi)," ujar pengamat politik dari Lingkar Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi saat diwawancara
TV One, beberapa saat lalu (Senin malam, 1/7).
Karenanya, kata Mr Hans, biasa ia disapa, publik tetap melihat motif dibalik pernyataan yang disampaikan Marzuki tersebut sangat terkait antara lainnya dengan posisi Demokrat yang saat ini sedang bermasalah dengan KPK karena ada beberapa kadernya sedang diburu KPK.
"Marzuki punya segepok amunisi. Ada kasus besar terkait upaya mengebiri KPK," demikian Mr Hans.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: