Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir Karding selaku Ketua Tim kunjungan kerja Komisi VIII DPR ini, mendesak agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mendistribusikan bantuan yang diperlukan seperti selimut, pakaian, matras tidur dan susu bayi kepada para pengungsi. Dengan demikian, para pengungsi bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari selain makanan. Karding juga berharap pemerintah dapat memikirkan kesehatan psikologis para pengungsi terutama bagi anak-anak yang mudah trauma dengan bencana alam tersebut.
Setidaknya ada 273 pengungsi yang belum diperbolehkan pulang lantaran rumah tinggal mereka masih berada dalam zona merah. Sementara, sebanyak 5.096 pengungsi lainnya sudah dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.
Selain melihat kondisi pengungsian korban letusan Gunung Lokon, kunjungan kerja tim yang terdiri dari sepuluh anggota Komisi VIII DPR ini juga diisi temu wicara dengan para pengungsi. Kepada anggota Dewan, para pengungsi mengaku merasa bersyukur karena kebutuhan makan mereka tercukupi dengan baik. Begitu pun fasilitasi mandi dan keperluan lainnya termuask kesehatan juga terjamin. Namun para pengungsi ini mengeluhkan kurangnya selimut serta alas tidur apalagi di tengah cuaca dingin.
Para ibu bahkan berharap pendidikan anak-anak mereka lebih diperhatikan. Salah satunya dengan menyediakan bis antar jemput sekolah. Para pengungsi ini juga berharap pemerintah bisa memberikan bantuan keuangan, untuk menggantikan pendapat mereka yang selama ini bekerja sebagai pemecah batu di gunung.
Di akhir kunjungan, Komisi VIII tak lupa menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial dan Baznas. Sepuluh anggota Komisi VIII DPR yang ikut kunker ini yaitu Gondo Radityo Gambiro, Adji Farida Padmo, Yetty Heryati, Inggrid Palupi Kansil, Kasma Bouty, Muhammad Lutfi, Ina Ammania, Rukmini Buchori, Achmad Rubaie, dan Ali Maschan Moesa.
Pada kunker kali ini, Komisi VIII DPR juga mengunjungi sejumlah sekolah pesantren di kota Menado dan memberikan bantuan masing-masing sebesar Rp 120 juta untuk pesantren, Rp 75 juta untuk perbaikan kelas sebuah madrasah dan Rp 25 juta untuk gerja KGPM Elim Tuminting.
[wid]
BERITA TERKAIT: