SBY Jadi Presiden Indonesia Pertama yang Berbagi Mimbar dengan Orang Bermasalah di KPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 24 Juli 2011, 21:37 WIB
<i>SBY Jadi Presiden Indonesia Pertama yang Berbagi Mimbar dengan Orang Bermasalah di KPK</i>
sby/ist
RMOL. Indonesia benar-benar dipimpin oleh kebohongan dan kemunafikan. Miniatur kebohongan dan kemunafikan para pemimpin tersebut tergambar secara gamblang dalam Rakornas Partai Demokrat, partai berkuasa.

Begitu kata Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Mashinton Pasaribu kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu malam, 24/7).

Buktinya, kata Masinton, dari atas mimbar panggung biru disiarkan 10 komitmen Sentul yang butir pertamanya menyebut Partai Demokrat harus meneguhkan jati diri sebagai partai tengah, nasionalis, religius, reformis, dan memegang etika politik bersih, cerdas, dan santun yang dibacakan Wakil Ketua DPP Demokrat Jhonny Allen Marbun.

Komitmen politik bersih itu jelas sangat bertolak belakang dengan berbagai kasus suap dan korupsi yang melibatkan kader partai Demokrat. Diantara mereka ada yang sudah dipenjara seperti Amru Daulay dan mantan Walikota Bukit Tinggi, Jufri. Ada yang sedang menjalani pemeriksaan seperti Andi Mallaranggeng. Ada yang sedang menjadi buronan seperti Nazaruddin. Bahkan ada yang kasusnya nyaris dipetieskan KPK seperti kasus suap pembangunan pelabuhan dan bandar udara di wilayah timur Indonesia yang menyeret Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun.

"Tidak ada lagi garis yang membedakan antara bahasa kejujuran dan kebenaran dengan fakta kebohongan dan kemunafikan. Semuanya disatukan dalam panggung akrobatik. Dari atas mimbar biru Jhony Allen yang terlibat kasus suap membacakan politik bersih. Dari atas mimbar yang sama presiden SBY menyampaikan keluhan-keluhannya," kata Mashinton lagi.

Sedikit pun, sambung Mashinton, tidak ada keprihatinan dari Partai Demokrat terhadap kondisi kehidupan ekonomi rakyat yang semakin memprihatinkan disampaikan dari atas mimbar biru itu. Bahkan sikap yang meniadakan kepentingan rakyat dan kepentingan bangsa dipertegas dengan pidato Presiden SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD kepada kadernya untuk mengutamakan kepentingan partai.

"Baru kali ini dalam sejarah Indonesia Presiden satu mimbar dengan orang yang sedang kena kasus di KPK karena melakukan praktek suap," demikian Mashinton. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA