Beberapa waktu lalu, buronan KPK, M Nazaruddin menuding Chandra M Hamzah pernah menerima sejumlah uang dari seorang pengusaha pemenang tender pengadaan seragam pertahanan sipil (Hansip). Chandra dan Ade Rahardja, disebut Nazaruddin, pernah bertemu Anas Urbaningrum lalu bersepakat akan memilih keduanya dengan kompensasi tidak mengusut tuntas kasus suap pembangunan wisma atlit Sea Games.
"Harus ditelusuri apakah benar demikian atau tidak. Saya kira apa yang disebutkan (Nazaruddin) itu bahan bagi Pansel untuk mempertimbangkan kelulusan mereka," ujar Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.
Penelusuran terhadap tudingan M Nazaruddin oleh Pansel KPK, kata Ray, penting agar KPK tidak diisi oleh orang-orang yang tidak bermasalah sehingga lembaga superbody itu nantinya dapat bekerja tanpa masalah baru. Tidak ada, sambung Ray, konflik interest yang terjadi.
"Terlebih dahulu KPK-nya harus bersih. Kalau tidak maka pemberantasan korupsinya akan susah," tandas Ray.
[dem]
BERITA TERKAIT: