"Pasti ada
invisible hand-nya. Saat ini Nazaruddin membangun
deal dengan kubu lain," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi saat berbincang dengan
TV One, sesaat lalu (Rabu, 20/7).
Terlepas dari hal itu, kata Burhanuddin, setiap pembicaraan Nazaruddin harus dikasih tanda "koma" karenanya tidak bisa menganggap tuduhan terhadap Anas sebagai kebenaran. Dalam kondisi dikuasai pihak lain, tudingan Nazaruddin sangat mentah jadinya. Selain itu, katanya lagi, pembicaraan Nazaruddin juga harus dikasih "dalam kurung", sebab ada banyak inkonsistensi dari apa yang disampaikannya.
"Misalnya, dia katakan memberikan dana ke Andi dan Ibas, tapi tadi malam direvisi hanya kepada Anas dan Mahmud. Dia klaim Yulianis staf keuangannnya, tapi belakangan bukan," katanya mencontohkan.
[dem]
BERITA TERKAIT: