RMOL. Yulianis membantah punya peran penting dalam suap pembangunan wisma atlit di Jakabaring Palembang. Di PT Anak Negeri, perusahaan milik Nazaruddin, Yulianis mengaku hanya sebagai staf keuangan biasa, bukan sebagai petinggi.
"Sangat salah, (kalau) saya dikatakan sebagai otak," kata Yulianis saat diwawancara RCTI, beberapa waktu lalu (Senin, 18/7).
Yulianis bergabung dengan perusahaan Nazaruddin dan kemudian berkantor di gedung Tower Permai, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan dengan proses biasa. Ia awalnya melihat pengumuman lowongan kerja PT Anak Negeri di sebuah koran.
Awalnya, di perusahaan Nazaruddin, Yulianis hanya menjadi staf pembukuan. Pekerjaannya mencatat uang yang masuk dan keluar dari perusahaan. Tapi kemudian, Nazaruddin menunjuk Yulianis sebagai Presiden Direktur Executive Money Changer, anak perusahaan milik Nazaruddin lainnya yang juga berkantor di Tower Permai. Yulianis sendiri mengaku tak bisa menolaknya.
"Sebenarnya saya tidak mau. Cuma ya, saya takut-lah yah. Kan beliau sebagai atasan ya," kata Yulianis. [dem]
BERITA TERKAIT: