Hatta Cs: SBY Tidak Layak Lagi Disebut Pemimpin Nasional!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 18 Juli 2011, 19:53 WIB
Hatta Cs: SBY Tidak Layak Lagi Disebut Pemimpin Nasional<i>!</i>
sby/ist
RMOL. Presiden SBY tidak layak lagi disebut sebagai pemimpin nasional. Pasalnya,  presiden SBY tidak merujuk sama sekali rekomendasi yang diberikan Tim-8, khususnya tentang pencopotan pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap kriminalisasi KPK.

Demikian pernyataan sikap aktivis Gerakan 77/78. Mewakili 31 aktivis 77/78, M Hatta Taliwang, menegaskan, pembiaran Presiden SBY terhadap pejabat Polri dan Kejaksaan Agung yang terlibat kriminalisasi untuk tetap bercokol mengisi puncak pimpinan dimasing-masing lembaganya menjadi bukti kalau reformasi hukum yang dicanangkan SBY hanyalah omong kosong. Padahal, bukti-bukti adanya tindak kriminal dalam rekayasa kasus tersebut sudah tersedia. Ada rekaman hubungan telepon.

"Presiden dengan sengaja membiarkan krisis kepercayaan (distrust) terhadap Polri dan Kejaksaan lalu merembet ke lembaga-lembaga negara lain dengan cara tidak menjalankan kewenangannya untuk memulihkan kepercayaan terhadap dua lembaga tersebut melalui pencopotan Kapolri dan Jaksa Agung. Mereka secara terang-terangan melanggar asas-asas moral peradilan," kata Hatta.

Tanpa sikap demikian, ditambahkan Hatta, sikap SBY khususnya tentang penghentian proses peradilan Bibit-Chandra, menjadi tidak ada artinya sama-sekali.

"Bukti-bukti rekaman para mafia peradilan sama-sekali tidak menggerakkan hati Presiden untuk berusaha menegakkan keadilan sejalan dengan rasa keadilan rakyat," imbuhnya. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA