Kegeraman rakyat Vietnam ini ditunjukan dengan aksi demonstrasi di Ho Chi Minh City dan di Ibukota Vietnam, Hanoi. Para demonstran ini menentang tindakan China yang mengklaim bahwa wilayah kepulauan Spratly dan Paracel, sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan bahwa China melanggar kedaulatan Vietnam,
Pihak kepolisian Vietnam membubarkan aksi demonstrasi anti China tersebut dan menahan 50 demonstran. Padahal aksi demonstrasi bukanlah hal yang biasa terjadi di Vietnam. Meski mulanya, aksi demo dibiarkan aparat Vietnam, namun kemudian aksi dibubarkan mengingat Vietnam telah sepakat untuk menuntaskan sengketa kepulauan ini melalui perundingan damai.
Namun demikian, aksi pembubaran dan penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian Vietnam mendapat kritikan dari lembaga penggiat HAM Right Watch.
"Aksi protes ini mestinya tidak diikuti penahanan dan aparat juga mestinya membebaskan mereka tanpa syarat," kata Wakil Direktur lembaga pegiat HAM itu untuk kawasan Asia, Phil Robertson, seperti dilansir
AFP (Minggu 17/7)
Sengketa kedua negara tersebut di kepulauan Spratly dan Paracel kembali tegang setelah bulan Mei lalu. Vietnam menuduh kapal patroli China telah memotong kabel eksplorasi milik sebuah kapal survei minyak milik Vietnam. Sedangkan tuduhan lain adalah bahwa negara tetangga tersebut kerap menganggu kapal-kapal pencari ikan Vietnam yang berada di sekitar perairan tersebut.
[wid]
BERITA TERKAIT: