Komisi Agama Sambut Baik Rencana Polri Panggil Panji Gumilang Hari Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 23 Juni 2011, 07:26 WIB
Komisi Agama Sambut Baik Rencana Polri Panggil Panji Gumilang Hari Ini
Achmad Rubaie/ist
RMOL. Mabes Polri akan memanggil pemimpin Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang hari ini sebagai saksi dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan mantan anggota dewan pengurus Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), Imam Supriyanto, beberapa waktu lalu.

Komisi VIII yang membidangi masalah agama menyambut baik panggilan Polisi tersebut.

"Saya kira, Polri wajib menindaklanjuti laporan dari masyarakat dalam hal ini Imam Supriyanto dalam rangka meminta penjelasan. Kalau cukup bukti, nanti sebaiknya dibawa ke pengadilan. Harus diuji di pengadilan atas laporan Imam Supriyanto supaya publik tahu. Sekarang kan baru menduga-duga. Ini untuk kebaikan Panji juga. Supaya menjadi jelas posisinya," kata anggota Komisi Agama DPR Achmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 23/6).

Komisi VIII sebelumnya juga pernah mengagendakan untuk memanggil Panji Gumilang. Tapi, kata politisi PAN ini, karena Polisi sudah bergerak, Komisi Agama akan menahan diri. "Kalau sudah Polri memanggil, Komisi VIII menahan diri supaya tidak mengganggu independensi Polri dalam melakukan penyelidikan," ungkapnya.

Meski masih menyelidiki dugaan pemalsuan dokumen kepengurusan yayasan, Achmad Rubaie yakin polisi juga akan menyelidiki dugaan keterlibatan Panji Gumilang atas sejumlah isu yang dialamat kepada pendiri Pesantren Al- Zaitun tersebut. Yaitu, Panji dikait-kaitkan dengan Negara Islam Indonesia.

"Barangkali itu pintu masuk. Karena polisi itu melakukan penyelidikan sesuai dengan laporan masyarakat. Apakah dokumen itu berkait dengan NII, itu tergantung laporan yang menjadi isu soal dia disebut-sebut terkait (dengan NII). Jadi kita positive thinking saja dulu (kepada Polri)," ungkapnya.

Imam sebelumnya melaporkan Panji karena namanya dicoret dalam kepengurusan YPI. Dia mengadukan hal itu karena merasa dirinya tidak pernah menghadiri rapat pengurus serta menandatangani surat pengunduran diri. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA