Ketum Gerindra Ultimatum SBY Copot Lima Pembantunya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 21 Juni 2011, 20:30 WIB
Ketum Gerindra Ultimatum SBY Copot Lima Pembantunya
suhardi/ist
RMOL. Partai Gerindra nampaknya jengah dengan kinerja menteri yang tidak ahli mengurusi masalah-masalah rakyat. Kasus Ruyati binti Satubi, TKW asal Bekasi yang dipancung di Arab Saudi, beberapa hari lalu, menjadi bukti kalau SBY menempatkan banyak menteri yang tidak ahli dalam kabinetnya.

Ketua Umum partai Gerindra, Suhardi pun mengultimatum SBY untuk segera mengambil sikap. SBY tidak boleh membiarkan terus para pembantunya yang tidak bisa mengoptimalkan kinerja pemerintah. Sehingga rakyat tidak lagi disuguhi kinerja kosong.

"Soal copot-mencopot menteri itu sepenuhnya keputusan presiden. Beliau yang menilai kinerja menterinya. Kita berharap ada pemerintahan yang lebih baik lagi. Rakyat tidak lagi disuguhi kinerja buruk," tegas Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 21/6).

Terkait kasus Ruyati, tadi siang, DPR sendiri sudah melayangkan permintaan agar SBY mencopot empat menterinya, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menlu Marty Natalegawa, Mensos, Salim Segaf Al Juffrie, Menag Suryadharma Ali dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat.

Partai Gerindra sekali lagi menyarankan agar SBY tak ragu dan takut untuk mengganti lima anak buahnya tersebut. SBY tak boleh berpikir dua kali kalau memang pemecatan terhadap mereka perlu dilakukan.

"Mandat 60 persen yang dimiliki SBY memberikan keleluasaan untuk memilih orang-orang yang ahli," tandas Suhardi.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA