Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meninjau lokasi kejadian. Tim yang terdiri dari enam orang ahli akan meneliti kemungkinan terjadinya gempa susulan di sana.
Enam anggota tim BMKG yang turun ke lokasi bencana membawa Portable Seismograph untuk memonitor aktivitas dan kemungkinan gempa susulan. Begitu disampaikan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 15/6).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah turun tangan dan berkordinasi dengan Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Utara untuk melakukan penyelidikan. Besok (Kamis, 16/6), tim ahli akan bertemu di Medan sebelum terjun ke lokasi bencana.
Dua pekan sebelum gempa terjadi, masih menurut kantor Andi Arief, informasi mengenai potensi gempa berkekuatan 5,5 SR di kawasan itu juga telah disampaikan kepada masyarakat.
"DR Danny Hilman (ahli gempa di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana) bersama tim Stafsus Presiden sudah mengingatkan potensi gempa Sumut pada acara kuliah umum di Sumut tanggal 27 Mei 2011," kata Sangap Surbakti, salah seorang staf Andi Arief.
[dem]
BERITA TERKAIT: