"Kalau sekarang rasio kewirausahaan 0,24 persen. Namun, pemerintah akan terus mendorong perkembangan kewirausahaan, salah satunya membuka akses pembiayaan. Dengan begitu, rasio kewirausahaan mendatang akan mencapai 2 persen," ujar Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/6).
Menurutnya, kalau akses pembiayaan dibuka, pendampingan ditingkatkan dan pemasaran ditingkatkan, angka kewirausahaan akan lebih besar dari saat ini dan mendekati angka 2 persen kewirausahaan seluruh Indonesia.
Lanjut dia, pengembangan kewirausahaan sangat diperlukan. Hal tersebut juga dilakukan oleh semua negara berkembang lainnya. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya yang masih sangat bisa dikembangkan.
"Sumber daya kita memiliki kualitas tinggi. Saya yakin Indonesia ke depan sangat diperhitungkan dari sisi kewirausahaan," jelasnya.
Ini juga yang dilakukan negara maju seperti AS dan Jepang. Guna meningkatkan kesejahteraan penduduk, negara tersebut meningkatkan sektor kewirausahaan.
"Negara lain saat ini sudah jauh di depan. AS contohnya sudah 12 peren rasio kewirausahaannya, Jepang 10 persen, ini menggambarkan kalau kita ingin tingkatkan kesejahteraan, turunkan kemiskinan, maka strategi jitu adalah melalui kewirausahaan, untuk meningkatkan pemasukan per kapita yang sekarang US$ 3.000, dan pada 2014 ingin ditingkatkan, kita sepakat melalui kewirausahaan," jelasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: