"Saya kira perlu kita jelaskan kepada publik, meskipun beliau (peneliti LSI) sudah menjelaskan kepada publik. Beliau hanya mengambil sampel sebanyak 1200 (responden). Sekarang kalau dibandingkan dengan penduduk Indonesia 240 juta, saya tidak usah uraikan, gitu saja deh," kata Jurubicara Partai Demokrat Andi Nurpati kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 12/6).
"Nah komentar saya adalah bahwa karena yang dilihat disini kan suara, suara itu dibuktikan dalam Pemilu. Pemilu bentuknya tertutup kalau survei tidak tertutup, meskipun indentitas disembunyikan. Itu analisis saya. Dan kebetulan kan saat ini bukan pemilu. Jadi kita belum tahu ke depan. Ini kan berandai-andai," lanjutnya.
Apakah itu berarti Anda tidak percaya dengan survei itu?"Bukan tidak percaya. Saya menganalisis bahwa perbandingan angka dari sampling itu jauh banget. Berapa persen itu dari 240 juta penduduk Indonesia. Silakan dikali sendiri berapa persen," ujarnya.
Karena itu dia menyimpulkan bahwa angka 1200 itu tidak bisa dijadikan pedoman bahwa masyarakat umum telah berpendapat seperti itu atau hanya 15,5 persen yang yang memilih Demokrat. Karena hasil survei LSI pada bulan Januari 2011 lalu, pemilih Partai Demokrat berkisar 20,5 persen. [
zul]
BERITA TERKAIT: