"SBY mengatakan dia akan menghunus pedang paling depan dalam rangka pemberantasan korupsi. Pedangnya itu cuma dipegang-pegang saja. Orang kalau mau perang, kan pedang diayunkan itu. Dia itu memang sesuai omongannya, 'Saya akan menghunus pedang paling depan'. (Tapi) (pedang itu) bukan untuk diayunkan (menebas koruptor). SBY ini memang antara kata dan tindakan selalu tidak sejalan," kata Syahganda Nainggolan kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle itu menanggapi kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang diduga melibatkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dia mengatakan, bendahara umum adalah posisi yang sangat vital dalam keuangan sebuah partai. Makanya, dia menduga, justru tak hanya Anas Urbaningrum, SBY turut meloloskan Nazaruddin pergi ke Singapura sebelum dicekal.
"Ya kan (SBY) menyuruh (Demokrat untuk menjemput Nazaruddin) itu kan untuk konsumsi publik. Tapi siapa yang bisa membocorkan pencekalan tanggal 24 (Mei), tanggal 23 dia (Nazaruddin) lari. Ini (permintaan agar Nazaruddin dijemput) hanya drama pencitraan seolah-olah dia konsen pemberantasan korupsi," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: